-->

K.E ^_~ Yang lagi galau ini penawarnya link

Hasil Penelitian dan Pembahasan

Posting ini merupakan Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas yang saya laksanakan di SMPN 2 Arut Selatan tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Judul asli penelitian ini adalah "Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Biologi di Kelas VII F SMPN 2 Arut Selatan.
Hasil penelitian ini akan saya bagi menjadi beberapa posting sebab terlalu panjang jika dijadikan satu posting dan pada posting yang terakhir akan saya lampirkan file asli hasil penelitian ini yang dapat anda download. Sebelum anda melanjutkan membaca sebaiknya baca terlebih dahulu posting kedua yang membahas tentang karakteristik pembelajaran biolog.



HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Aktivitas Siswa

Pada setiap kegiatan pembelajaran diadakan observasi terhadap aktivitas siswa sebagai alat untuk mengetahui tingkat keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Keterlibatan siswa dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Pada saat pelaksanaan penelitian, guru (peneliti) dibantu oleh seorang observer untuk melakukan observasi aktivitas siswa. Hasil observasi keaktifan siswa disajikan pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.1 Prosentase Keaktifan Siswa pada Tiap Siklus

Kelompok

Siklus
1

Siklus
2

Siswa
aktif

Siswa
tidak aktif

Siswa
aktif

Siswa
tidak aktif

Reboisasi

3

1

4

0

Konservasi

3

2

4

1

Hutan lindung

3

2

4

1

Organic

3

2

5

0

Biodiversitas

2

2

4

0

Ozon

4

1

5

0

Daur ulang

3

2

4

1

Lingkungan

3

1

4

0

Jumlah

24

13

34

3

Prosentase keaktifan
siswa

64,86%

35,14%

91,89%

8,11%


Siklus 1:
Kegiatan pembelajaran yang dilakukan pada siklus 1 menggunakan sumber belajar foto-foto lingkungan. Siswa diminta berdiskusi secara berkelompok dengan panduan Lembar Diskusi Siswa (LDS). Dari hasil observasi aktivitas siswa, diskusi kelompok belum berjalan efektif karena masing-masing siswa sibuk membaca buku untuk mencari jawaban soal pada LDS. Mereka bekerja secara individu dan tidak memberikan kontribusi pada kegiatan diskusi kelompok. Hanya sebagian anggota kelompok yang saling mendiskusikan hasil temuan jawaban mereka. Di sini belum terlihat kerjasama yang baik antar anggota kelompok.

Pada saat diskusi kelas, hampir semua kelompok terlibat secara aktif dalam diskusi kelas. Namun, siswa yang aktif dalam tiap kelompok hanya beberapa orang saja. Keaktifan siswa yang dinilai dalam diskusi kelas meliputi: menyampaikan hasil diskusi/pendapat, menanggapi hasil diskusi/pendapat kelompok lain, menambahkan informasi yang terkait dengan materi diskusi, dan mengajukan pertanyaan.

Prosentase keaktifan siswa pada siklus 1 belum memenuhi indikator kinerja. Analisis terhadap hasil tersebut dipaparkan berikut ini. Kegiatan pembelajaran yang dilakukan yaitu pengamatan foto-foto lingkungan yang diikuti diskusi kelompok dan diskusi kelas sebenarnya sudah tepat, namun pertanyaan dalam LDS masih cenderung text book sehingga kurang merangsang siswa bertukar pikiran untuk memecahkan masalah bersama dengan anggota kelompoknya. Selain itu kerja sama antarsiswa juga perlu dilatih dengan bentuk kegiatan yang melibatkan siswa secara total, artinya masing-masing siswa dituntut untuk memberikan kontribusi secara aktif dalam kelompoknya. Hal tersebut tidak tercapai melalui kegiatan diskusi kelompok karena siswa cenderung idem dengan pendapat siswa lain dalam satu kelompok yang dianggap pintar.

Siklus 2:
Pada siklus 2, kegiatan pembelajaran diubah dengan melakukan kombinasi  kegiatan outdoor dan indoor. Pada kegiatan outdoor, siswa melakukan percobaan sederhana tentang pengaruh kerusakan hutan terhadap lingkungan khususnya bencana alam. Setiap siswa dalam kelompoknya masing-masing terlibat secara aktif dalam melakukan percobaan dan mengamati hasilnya. Kerja sama dalam kelompok terlihat sangat baik. Pembagian tugas antaranggota kelompok sudah terlihat merata dan maksimal.

Pada saat mendiskusikan hasil percobaan, masing-masing siswa sudah berkontribusi secara aktif dalam kelompoknya. Hal ini disebabkan semua siswa ikut bekerja sama dalam melakukan percobaan dan mengamati hasilnya sehingga mereka mempunyai bekal pengetahuan yang hampir sama sebagai bahan diskusi kelompok. Siswa tidak lagi bergantung pada temannya yang dianggap pintar. Prosentase keaktifan siswa mencapai 91,89% dan sudah memenuhi indikator kinerja yang ditetapkan.

Peningkatan keaktifan siswa yaitu dari 64,86% menjadi 91,89% sejalan dengan perubahan bentuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan. Peningkatan ini terlihat dari hal-hal berikut: 1. aktif dalam diskusi kelompok, 2. lancar dalam mengemukakan pendapat, 3. responsif terhadap penjelasan guru, 4. efisien dalam pemanfaatan waktu, 5. logis dalam membangun ide serta akurat dalam menarik simpulan. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang telah dilakukan mampu mengaktifkan siswa.


B.    Hasil Belajar Siswa

Pada setiap akhir siklus diadakan tes sebagai alat untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Pelaksanaan tes individual ini dilakukan setiap akhir pembelajaran. Tes tertulis yang digunakan berupa pilihan ganda. Ketuntasan belajar individual ditetapkan jika siswa mendapat nilai ≥ 63 dan ketuntasan belajar klasikal ditetapkan ≥ 85% siswa mendapatkan nilai ≥ 63.
Data hasil tes setiap akhir siklus dan sebelum pelaksanaan tindakan disajikan dalam tabel di bawah ini.


Tabel 4.2. Hasil Tes Tertulis Siswa pada Tiap Siklus

Keterangan

Siklus
1

Siklus
2

Nilai Tertinggi

90

100

Nilai Terendah

50

40

Rata-rata Nilai Siswa

69,73

88,92

Ketuntasan Klasikal
Belajar Siswa

70,27%

91,89%

Hasil belajar individual maupun klasikal mengalami kenaikan yang signifikan. Meningkatnya nilai rata-rata siswa dan ketuntasan belajar secara klasikal tersebut menunjukan peningkatan pemahaman siswa terhadap materi yang dipelajari.

Melalui pendekatan kontekstual, materi yang dibahas menjadi lebih nyata, lebih menarik, dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa dan siswa mengalami sendiri sehingga pemahaman siswa lebih mendalam.
Pada siklus 2, siswa diminta untuk menggunakan alat dan bahan melalui kegiatan percobaan untuk mengetahui pengaruh kerusakan hutan. Kegiatan tersebut membuat siswa lebih termotivasi untuk mempelajari dan memahami materi pelajaran yang disampaikan. Siswa belajar dengan baik karena mereka terlibat secara aktif dalam kegiatan pembelajaran dan berkesempatan untuk menemukan sendiri. Hasil belajar tersebut juga dipengaruhi oleh pengalaman siswa dengan dunia fisik dan lingkungannya melaui sumber belajar yang dirancang oleh guru.

Peningkatan pemahaman siswa juga sangat dipengaruhi keaktifan dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Keaktifan dan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran merupakan salah satu faktor pendukung keberhasilan belajar. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya nilai rata-rata siswa yang sejalan dengan meningkatnya aktivitas siswa pada tiap siklus.


KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
  1.  Kualitas pembelajaran biologi di kelas VII-F SMPN 2 Arut Selatan mengalami peningkatan setelah diterapkan pendekatan kontekstual pada  materi “Pengelolaan Lingkungan”.
  2. Pendekatan kontekstual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas VII-F SMPN 2 Arut Selatan.
  3. Pendekatan kontekstual dapat meningkatkan  penguasaan kompetensi siswa kelas VII-F SMPN 2 Arut Selatan pada materi “Pengelolaan Lingkungan”.

B.    Saran

Pendekatan kontekstual perlu diterapkan pada materi lain sesuai dengan karakteristik materi tersebut.


DAFTAR PUSTAKA

Bandono. 2008. Menyusun Model Pembelajaran CTL. http://bandono.web.id. Diakses 1 Desember 2009. 
Cahyanti, Sari Nur. 2007. Proses Hidrolisis Pati oleh Enzim α-amilase sebagai Sumber Belajar Materi Pencernaan Karbohidrat di SMA. Skripsi. (Tidak diterbitkan) 
Winarsih, Ani dkk. 2008. IPA Terpadu VII. Jakarta : PT. Bengawan Ilmu.


Untuk lampiran yang berupa RPP, Lembar diskusi siswa dll silahkan anda download beserta file asli Laporan Penelitian Tindakan Kelas disini

Laporan Penelitian Tindakan Kelas "Sari Nur Cahyanti"

comment 2 komentar

  1. Maksih banyak atas PTK nya. Aku mau jadiin contoh soalnya aku br mau belajar biking PTK

    BalasHapus
  2. Makasih banyak gan.. Ini bisa menjadi referensi buat ibu saya yang notabene guru SD. Banyak sekali ilmu edukasi PTK nya.

    BalasHapus

Catatan:
Seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Komentar yang berbau spam, kasar, menghina, seluruhnya yang bersifat menghancurkan bukan membangun tidak akan ditampilkan. Silahkan bertanya dan memberi pendapat dengan sopan dan sesuai aturan.

Anda diperbolehkan mempublikasikan ulang artikel ini, dengan syarat:
1. Mintalah izin dengan cara berkomentar di bawah artikel ini
2. Wajib menyertakan link ke artikel ini dan menyertakan nama penulis

 
© Klikedukasi 2008 - 2013 | Design by Panembahan Satyapradana | 170p3x