-->

K.E ^_~ Yang lagi galau ini penawarnya link

Karakteristik Pembelajaran Biologi

Posting ini merupakan Laporan Hasil Penelitian Tindakan Kelas yang saya laksanakan di SMPN 2 Arut Selatan tepatnya di Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah. Judul asli penelitian ini adalah "Penerapan Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Biologi di Kelas VII F SMPN 2 Arut Selatan.

Hasil penelitian ini akan saya bagi menjadi beberapa posting sebab terlalu panjang jika dijadikan satu posting dan pada posting yang terakhir akan saya lampirkan file asli hasil penelitian ini yang dapat anda download. Sebelum anda melanjutkan membaca sebaiknya baca terlebih dahulu posting pertama yang membahas tentang latar belakang dilakukannya penelitian ini


 KAJIAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS


A.    Kajian Pustaka

1.    Karakteristik Pembelajaran Biologi

Pembelajaran biologi di sekolah dapat dikatakan “unik”, karena baik subjek maupun objek pembelajarannya memiliki karakter yang khas. Objek pembelajaran biologi selain berhubungan dengan alam nyata juga berkaitan dengan proses-proses kehidupan. Agar siswa dapat memahaminya, maka metode dan pendekatan yang digunakan dalam proses pembelajarannya harus disesuaikan dengan karakteristik objek dan subjek belajarnya. Fenomena yang diajarkan melalui biologi adalah fenomena alam yang mungkin pernah dihadapi siswa. Oleh karena itu, biologi tidak dapat dipahami jika hanya diajarkan secara hafalan. Pemahaman konsep-konsep biologi dapat dianalogikan dengan berbagai macam kegiatan sederhana yang dapat diamati/dilakukan siswa. (Saptono dalam Sari, 2007).

Hal ini senada dengan Muslich dalam Sari (2007) yang menyebutkan bahwa, jika dalam pembelajaran guru meminta siswa untuk melakukan sesuatu dan melaporkannya, maka mereka akan mengingat sebanyak 90%. Lebih lanjut dalam penelitiannya diungkapkan bahwa siswa akan mencapai hasil belajar 10% dari apa yang dibaca, 20% dari apa yang didengar, dan 50% dari apa yang dilihat dan didengar. Hal ini berarti bahwa siswa mudah memahami konsep jika disertai dengan contoh-contoh konkret sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi dengan mempraktekkan sendiri upaya penemuan konsep melalui perlakuan terhadap kenyataan fisik, melalui penanganan benda-benda yang benar-benar nyata.

2.    Pendekatan Kontekstual

Pendekatan Kontekstual merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Bandono, 2008). Dalam konteks ini siswa perlu mengerti apa makna belajar, manfaatnya, dan bagaimana mencapainya. Dengan demikian siswa akan menyadari bahwa apa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya, sehingga akan membuat mereka berusaha menggapainya.

Tugas guru dalam pembelajaran kontekstual adalah membantu siswa dalam mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Guru hanya mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi siswa. Proses belajar mengajar lebih diwarnai student centered daripada teacher centered (Bandono, 2008).

Kunci dan Strategi membelajarkan CTL adalah: (1) relating/mengaitkan, yaitu belajar dikaitkan dgn konteks kehidupan nyata, (2) experiencing/mengalami, belajar dapat terjadi lebih cepat ketika siswa dapat memanipulasi peralatan dan bahan serta melakukan bentuk-bentuk penelitian yang aktif, (3) applying/menerapkan, belajar bilamana dipresentasikan di dalam konteks pemanfaatannya, (4) cooperating/kerjasama, belajar melalui komunikasi inter/antarpersonal, (5) transferring/mentransfer, belajar melalui pemanfaatan pengetahuan di dalam situasi konteks baru (Bandono, 2008).


B.    Hipotesis Tindakan

Berdasarkan rumusan masalah dan kajian pustaka, maka hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah: penerapan pendekatan kontekstual dapat meningkatkan kualitas pembelajaran biologi (materi “Pengelolaan Lingkungan”) di kelas VII-F SMPN 2 Arut Selatan.



PELAKSANAAN PENELITIAN


A.    Subjek dan Objek Penelitian

Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-F pada semester genap tahun ajaran 2009/2010 di SMP Negeri 2 Arut Selatan. Objek penelitian yaitu kualitas pembelajaran yang meliputi aktivitas siswa dan hasil belajar/penguasaan kompetensi siswa.

B.    Tempat Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMPN 2 Arut Selatan, kabupaten Kotawaringin Barat, propinsi Kalimantan Tengah.

C.    Waktu Penelitian


Identifikasi masalah dan perencanaan tindakan: 1-7 Februari 2010
Pelaksanaan tindakan:
1.    Selasa, 16 Februari 2010 (Siklus 1)
2.    Rabu, 17 Februari 2010 (Siklus 2)
Pengumpulan data dilakukan pada saat pelaksanaan tindakan.
Refleksi dilakukan tiap akhir siklus.


D.    Prosedur Setiap Siklus

Siklus 1

1.    Perencanaan

Tahap perencanaan meliputi pembuatan RPP, Lembar Diskusi Siswa (LDS), lembar observasi aktivitas siswa, serta menyusun alat evaluasi berupa tes tertulis pilihan ganda. Membagi siswa ke dalam kelompok heterogen beranggotakan 4-5 siswa.

2.    Pelaksanaan

Siswa menggunakan sumber belajar foto-foto lingkungan yang alami dan tercemar. Foto diambil  dari berbagai tempat di Pangkalanbun. Siswa melakukan diskusi kelompok dengan panduan LDS, kemudian dilanjutkan diskusi kelas. Siswa membuat kesimpulan dengan bimbingan guru. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan tes tertulis.

3.    Pengumpulan data

Observer mengamati aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung untuk mendapatkan data keaktifan siswa. Data hasil belajar diambil berdasarkan hasil tes tertulis.

4.    Refleksi


Aktivitas siswa masih rendah. Hanya sebagian siswa yang aktif. Siswa masih cenderung bekerja secara individu. Belum terlihat kerja sama dengan anggota kelompoknya. Hasil belajar belum mencapai indikator kinerja yang ditetapkan.


Siklus 2

1.    Perencanaan

Mengubah bentuk kegiatan pembelajaran dan sumber belajar agar dapat mengaktifkan siswa.

2.    Pelaksanaan

Siswa melakukan percobaan sederhana tentang pengaruh kerusakan hutan, diskusi hasil percobaan, presentasi hasil diskusi, dan menonton film tentang kerusakan hutan. Siswa menyimpulkan materi pembelajaran dengan bimbingan guru, kemudian tes tertulis untuk mengetahui penguasaan kompetensi siswa.

3.    Pengumpulan data

Observer mengamati aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran berlangsung untuk mendapatkan data keaktifan siswa. Data hasil belajar diambil berdasarkan hasil tes tertulis.

4.    Refleksi

Aktivitas siswa mengalami peningkatan. Siswa bekerja sama dengan baik bersama anggota kelompoknya. Hasil belajar telah melampaui indikator kinerja yang ditetapkan.


Lanjutkan ke Hasil Penelitian dan Pembahasan

Laporan Penelitian Tindakan Kelas "Sari Nur Cahyanti"

comment 3 komentar

  1. bagaimana, dengan pelaksanaan penelitian terhadap mutu pembelajaran ??

    BalasHapus
  2. Apakah pendekatan seperti biologis ini ada maksudnya dengan ilmu metode sinkronisasi ke hal masa remaja yang menginjak puber agar dapat meminimalisir dampak pergaulan bebas? Lalu bagaimana dengan perihal mutu dalam hal akademiknya di dalam ilmu edukasi yang sesungguhnya?

    BalasHapus
  3. postingnya bagus...
    *mantap
    kalo boleh usul,,,
    postingin tentang multimedia dua bahasa yaitu bahasa indonesia-bahasa daerah
    banyak yang nyari tu..
    thank`s yau sebelumnya..

    BalasHapus

Catatan:
Seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Komentar yang berbau spam, kasar, menghina, seluruhnya yang bersifat menghancurkan bukan membangun tidak akan ditampilkan. Silahkan bertanya dan memberi pendapat dengan sopan dan sesuai aturan.

Anda diperbolehkan mempublikasikan ulang artikel ini, dengan syarat:
1. Mintalah izin dengan cara berkomentar di bawah artikel ini
2. Wajib menyertakan link ke artikel ini dan menyertakan nama penulis

 
© Klikedukasi 2008 - 2013 | Design by Panembahan Satyapradana | 170p3x