Sebagai tambahan, plastik baru bisa terurai setelah 100 tahun berada dalam tanah, bisa juga lebih, tergantung pada jenis plastiknya. hmmm lama banget kan !!
Selain itu, untuk keperluan sehari hari kita tidak perlu membeli minyak tanah yang harganya semakin tak terjangkau. Sebab minyak yang dihasilkan alat ini kualitasnya lebih bagus dari minyak tanah. Dan jika mau, kita bisa mengkonversi lebih lanjut menjadi bensin, solar etc.
Isu kenaikan BBM yang sedang menghangat, sepertinya bakalan menambah kebermanfaatan alat ini pikirku. Penasaran semakin berlanjut yang pada akhirnya memaksaku untuk berkeliling seputaran google. Ada banyak informasi dan referensi yang aku dapatkan, dimulai dari sebuah mesin raksasa dari Amerika yang dapat menghabiskan ribuan ton sampah dalam setiap tahunnya untuk kemudian dikonversi menjadi minyak mentah.
Lanjut ke seorang warga Jepang yang membuat alat pengubah sampah plastik menjadi minyak. Alat ini lebih simpel dan diproduksi untuk kebutuhan rumah tangga, namun sayang harganya yang masih selangit yaitu sekitar 100 juta rupiah. Alat ini diproduksi oleh perusahaan Jepang bernama Blest, info selengkapnya mengenai alat ini silahkan cek tkp
Tidak hanya sampai disitu, ternyata di kota Ngawi anak anak SMK mampu membuat alat yang lebih sederhana dan lebih masuk akal untuk masyarakat Indonesia. Alat ini menggunakan bahan utama tabung elpiji 3 kg dan pipa besi, dilengkapi dengan dua lubang penguapan yang mampu menghasilkan bensin dan solar. Hmmmm mantap juga nih alat, namun sayangnya lagi, untuk dapat membuat alat ini memerlukan modal sekitar 600 ribu rupiah, murah? iya tapi masih belum cukup hemat untuk ukuran kantongku. Berita lengkapnya
Akhirnya pencarian referensi dan informasi sampailah pada titik konsep bahwa sebenarnya plastik memiliki kemiripan unsur pembentuk dengan bahan bakar minyak. Saat dipanaskan plastik akan meleleh lalu mencair, cairan plastik ini jika terus dipanaskan akan membentuk uap panas, dan jika uap panas ini melewati pendingin (kondensor) dia akan mengembun dan membentuk minyak. Mungkin itu konsep dasar yang aku tangkap. Mohon koreksinya kalo salah.
Setelah tertangkap konsep dasarnya, aku kembali melihat video anak smp di awal, akhirnya alat ini yang aku jadikan patokan, karena dari semua alat yang ada hanya inilah yang paling sederhana.
Okeeey sobat klikedukasi saatnya kita memulai pembuatan alat dengan menyiapkan bahan-bahan yang dibutuhkan:
- Kaleng bekas biskuit Khong Guan, tanggo atau sejenisnya
- Pipa besi sepanjang 2 meter atau lebih panjang akan lebih bagus. Jika kurang dari 2 meter, kondensasi uap panasnya tidak maksimal. aku menggunakan pipa bekas antene :p
- Lem besi
- Sampah plastik
Beberapa sampah plastik yang aku gunakan.
Yang perlu diperhatikan adalah saat pengeleman, usahakan tiap sambungan tertutup lem dengan rapat, sebab jika ada kebocoran akan berpengaruh pada proses kondensasi dan banyaknya minyak yang dihasilkan.
Ini adalah tampilan alat sederhana buatanku..
Dari percobaan yang sudah aku lakukan, sampah plastik satu kaleng tango dapat menghasilkan minyak sebanyak setengah botol air mineral. Sebenarnya kuantitas minyak yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah jenis sampah plastik yang digunakan. Plastik botol minum seperti (aqua, mizone, pocari sweat, ember plastik etc) dapat menghasilkan lebih banyak minyak jika dibandingkan dengan kantong plastik, ato plastik-plastik snack.
Alat ini juga sudah aku coba di sekolah, dan alhamdulillah berhasil, berikut hasil percobaan kita.
Kita mencoba memanfaatkan barang-barang yang sudah tidak dipakai serta sampah yang ada disekitar sekolah, termasuk tempat uji coba juga dilakukan pada bekas reruntuhan bangunan sekolah :). Ohya untuk pembakaran bisa dengan media apapun, disekolah aku nyoba make bahan bakar kayu, Namun untuk hasil yang maksimal, kita bisa menggunakan kompor gas, kenapa? yaaa karena panasnya lebih stabil dan kita mudah dalam mengatur suhu pemanasannya.
Foto anak anak sedang melakukan pengeleman pada pipa besi.
Jika pemanasan stabil (sayangnya aku ga sempet ngukur suhu pemanasannya) sekitar 20 - 30 menit pemanasan, minyak akan mulai menetes pada ujung pipa.
Dan ini dia hasilnya, aku sempet membuktikan bahwa minyak yang dihasilkan lebih bagus kualitasnya dari minyak tanah, sebab minyak ini dapat menyala di atas pipa besi dan sempet menyambar kumpulan minyak yang ada di bawahnya.
Menurut keterangan yang aku dapatkan, minyak yang dihasilkan dengan alat sederhana ini masih termasuk minyak mentah, artinya minyak ini masih bisa diproses lebih lanjut menjadi bensin, solar, minyak tanah dan sejenisnya.
Ohya semenjak ada alat ini, semua sampah plastik di rumah, aku kumpulkan untuk kemudian aku konversi menjadi minyak dan mudah-mudahan dengan adanya alat seperti ini lingkungan sekitar rumahku terbebas dari sampah plastik.
Sekian, semoga menginspirasi.
depan










josssss markojosssss
BalasHapuswah, inspiratif dan perlu dicoba nih.. :)
BalasHapus@anon >> he he thanks bro
BalasHapus@sukajiyah >> lumayan buat iseng iseng bu
bangsa yang maju adalah bangsa yang penuh kreativitas positif, sipp..lanjutkan broo
BalasHapus@arif n zip >> sip bro, thanks :)
BalasHapusthanks sobat infonya sangat bermanfaat meski telat buka emailnya yg penting ilmunya di dapat
BalasHapus@pak ade >> terima kasih pak supportnya. btw itu blog kok daku baru tau ya? keren euy :D
BalasHapusaku boleh minta email mu, aku mau buat juga. kie email ku yaa
BalasHapussopranez@yahoo.com
@anonim >> Lewat fasilitas kontak aja sob kalo mau tanya2 disini
BalasHapusituh bwh kaleng nya bolong ?
Hapusthanks sobat infonya sangat bermanfaat mohon izin copas ya
BalasHapusyups. sblm copas baca rule ini biar enak :D
HapusAnda diperbolehkan mempublikasikan ulang artikel ini, dengan syarat:
1. Mintalah izin dengan cara berkomentar di bawah artikel ini
2. Wajib menyertakan link ke artikel ini dan menyertakan nama penulis
saya izin copas artikel ini buat karya ilmiah saya boleh ?
Hapusnama saya nadya
okey :-bd
Hapussesuai ketentuan =D
Muantab abis... Benar-benar keren banget nih alatnya.
BalasHapusIni yang orisinil, terima kasih telah berbagi.
BalasHapusijin copas bos,cz sangat bermanfaat n q mw cb buat!
BalasHapus@iik tohara, habibi zain >> Silahkan jika bermanfaat, dan mohon untuk tetap mencantumkan nama penulis dan link ke posting ini.
BalasHapus@DC >>thanks :)
good job .... akan saya coba buat ... ilmu yg bermanfaat .
BalasHapusBerapa pelastiknya ? Berapa pula minyak yg bisa di hasilkan gan?
BalasHapusberdasrkan percobaan yang saya lakukan, sampah plastik sebanyak satu kaleng tanggo bisa menghasilkan setengah botol air mineral minyak mentah.
BalasHapusplstiknya isa juga di ganti pake oli bekas, tp baunya masih sangat menyengat, masih kurang bersih, kandungan limbah b3 pada minyak hasil masih ada, coba di saring pake sarinan air yang sederhana, seperti pake arang kayu,dll...sip semangat bung...
BalasHapusmasuk akal nih bro. thanks masukannya, nanti kalo dah ada wkt luang dicoba2 pake oli bekas.
HapusSaya pendtng baru dan emang baru buka yg ini.ilmu pengetahuan mantap.saya blh coba ga
BalasHapussilahkan dicoba kl itu bermanfaat
Hapussanga ber manfaat..trimakasih atas ilmunya...sya coba praktekan
BalasHapusmonggo bro :)
Hapusgood job....intinya, menggunakan bahan bakar untuk membuat bahan bakar, perlu ketulusan hati untuk menyelamatkan lingkungan kita,karena kemungkinan tidak bisa untuk tujuan komersil...
BalasHapusitu dia bro, untuk alat sesederhana ini memang perlu pengorbanan.
Hapusnamun di luar negeri sana, alat pengubah sampah yang lebih canggih sudah digunakan, dan bisa juga buat tujuan komersial.
perkenalkan nama saya indra saya ikut mipa study club di sma saya. ini lamat email saya: indrawahid8@gmail.com percobaan yang saudara buat sangat inspiratif. dan saya ada pertanyaan nih. bagaimana awalnya saudara dapat ide seperti itu? atas hasil pecobaan yang sauadara lakukan digunakkan untuk apa dirumah? oh ya ngomong2 nih website perbulannya bayar berapa?terimakasih atas perhatiannya
BalasHapusbagaimana awalnya saudara dapat ide seperti itu? atas hasil pecobaan yang sauadara lakukan digunakkan untuk apa dirumah?
HapusSudah saya jelaskan di artikel ini kronologis awal sampe saya penasaran dan mencoba membuat alat ini. Untuk penggunaanya pun sudah tersirat dalam artikel ini. silahkan dibaca lagi bro :)
oh ya ngomong2 nih website perbulannya bayar berapa?
Rahasia perusaaan :P
:)makanya rajin baca artikel2 / berita
Hapussebenarnya di America sudah lama daur sampah plastik jadi bbm, tapi disana pakai alat yg canggih,
Di artikel ini saya juga sudah menjelaskan tentang itu mas, dari Amerika, jepang dengan blest-nya sampe anak2 SMK di Solo.
Hapusmantap itu :D
BalasHapusseharusnya ada pengembangan lebih lanjut :D
apakah ada kelanjutannya mas tentang alat yang dibuat oleh siswa2 smk tersebut?
sementara ini baru bisa sampe tahap itu mas :nangis
Hapusmudah mudahan nanti bisa *belajar lagi untuk pengembangn
oalah, saya kira siswa smk ternyata smp :D
BalasHapustambah mantap dan luar biasa :D
kurang teliti bacanya.. :D
:D
Hapushebat ide nya broo. saya mau nayak ni.. kira kira panjang pipa dari atas kaleng ke dalam brapa cm Thank's...
BalasHapustemuannya hebat broo. klau boleh nyanyak kira kira panjang pipa dari tutup kaleng ke dalam brapa CM. dan apakah tutup kaleng nya di lemstell juga. terima kasih atas balasannya
BalasHapusPipa dari tutup kaleng cuma nempel bro, yang penting enggak copot aja.. kalo alat di atas kira2 cuma 2 cm ;)
HapusUntuk tutup kaleng ga perlu di lem. kalo di lem juga nanti gimana masukin sampah plastiknya :D
broo klu untuk penyulingan menjadi minyak tanah tau bensin apakah bisa menggunakan alat itu juga lg broo,,
Hapusbro gimana cara na supaya minyak mentah dari plastik td menjadi minyak tanah tau bensin??
Hapusapa kegunaan dari minyak yang dihasilkan?????
BalasHapusini masih minyak mentah bro, bisa di olah lebih lanjut menjadi bensin, solar dll. bahkan minyak mentah ini kualitasnya di atas minyak tanah, lihat gambar nyala api diatas pipa besi.
Hapusizin copas buat makalah ya bro
Hapus:-bd sesuai ketentuan selalu sertakan nama penulis dan link ke artikel ini
Hapusyou bnar22 edan,pintar bagt,i always to support you broo
BalasHapusayat
arman
BalasHapusidea yang sangat kreatif mas bro ...
ada yang kami tanyakan plastik yang diolah itu lelehannya masih ada ato menguap dan bersamaan keluarnya minyak tersebut terimakasih...
lanjutkan utk di inovasi lagi...
masih ada sisanya bro :terharu
Hapusizin copas buat makalah ya bro,,,,,,
BalasHapustrimakasih,,,sangat terinspirasi, :), akan saya coba.
BalasHapuslebih dari minyak tanah,berarti bisa buat pengganti minyak tanah klo kompor ke abisan minyak???
BalasHapusyups, saya sudah coba dirumah dipake sebagai pengganti minyak lampu teplok (tau kan ya? :D ). cuma kekurangnya minyak ini baunya agak menusuk, bau plastik gt
Hapuskonsep yang bagus,,, sayangnya nilai ekonomis plastik jauh lebih tinggi dari minyak mentahnya,,, pelaku bisnis mesti mempertimbangkan ini,, harga plastik rata rata 6500 per kg
BalasHapusakan tetapi jika plastik itu berasal dari sampah mungkin beda cerita mas
Hapusmas saya ingin tahu lebih lanjut dan ingin menggunakan penemuan mas untuk apa yang saya kerjakan, jika setuju tolong hubungi saya di LenyNurfadillah14@gmail.com
BalasHapussaya sangat tertarik dengan percobaan yang anda buat dan saya ingin menjadikan paercobaan anda sebgai bahan untuk apa yang sedang saya kerjakan. jika mas setuju tolong hubungi saya ini email saya LenyNurfadillah14@gmail.com
BalasHapus*mantap silahkan
Hapussemuanya sudah saya paparkan disini, kalo bermanfaat alhamdulillah :salaman
ada kemungkinan saya mau menggunakan percobaan mas untuk lomba poster chemical fair 2012, memang nya boleh?
HapusSebenarnya sesuatu yang sudah berada di ranah internet akan sangat sulit bahkan mustahil untuk dikendalikan. Begitupula dengan artikel yang ada di sini, sebelum dipublish sudah ada pertimbangan akan penggunaan ulang oleh orang lain dengan atau tanpa menyertakan link sumbernya dari sini.
HapusOleh karenanya dibawah saya sudah memberikan sedikit rambu-rambu dalam hal ini.
Sesuai Catatan kecil di bawah, saya tidak berkeberatan anda menggunakan artikel ini untuk tujuan apapun termasuk untuk lomba, dengan syarat tidak menghilangkan nama penulis dan referensi link ke artikel ini. :ceramah
Luar biasa Allohu Akbar... makasih ilmunya, + semangat nih bwt uji coba. O ya soal plastik yg d dlm kaleng setelah d panaskn, brsisa/lengket d kaleng ga? Trus minyak yg d hasilkn dah bisa lngsng d pakai ga? Klo hrs d olah, lanjut k pnelitian brikutnya ya :) semangat!
BalasHapussisa masih ada di kaleng. minyak juga sudah bisa dipake, coba baca lagi artikel di atas bagian agak bawah
Hapusthanks sob suportnya :-bd
Soal sisa plastik d kaleng yg sdh d panaskn gmn? Minyak yg d hasilkn dah bsa d pk langsung? Klo blom, masuk k penelitian selanjutnya dunk... semangat ya :) thnks ilmunya, pasti d coba sma anak2 d skl.
BalasHapussudah di jawab di atas, thanks bro :D
Hapusmas brooo....
BalasHapuslebar diameter pipanya bebas kan?http://str4sh-project.googlecode.com/svn/trunk/smileys/smoking.gif
nanti aku coba dan merangkai semuanya....http://str4sh-project.googlecode.com/svn/trunk/smileys/read.gif
hhehehehee....http://str4sh-project.googlecode.com/svn/trunk/smileys/koding.gif
bebas bro
HapusGood.... Sobat... Makasih infonya, kalau boleh tanya nih: untuk 1 kaleng tango plastik d dlm nya d padatkan dulu nggk , berapa kg kayu yg d butuhkan tuk pembakaran, d dlm kaleng ada sisa bekas plastik yg d bakar yg berupa kerak / semacam arang, apakah ada dampak pd linkungan bila d buang langsung? Makasih...jawaban nya...
BalasHapusSaya sendiri karena tujuan utama dari pembuatan alat ini hanya untuk membuktikan bahwa sampah plastik dapat dirubah menjadi minyak, maka fokus saya hanya pada perubahan tersebut.
HapusIsi kaleng juga tidak terlalu dipadatkan, dan untuk seberapa banyak kayu dibutuhkan untuk pembakaran, saya belum sampai kesitu. Sisa pembakaran dalam kaleng masih ada berupa kerak hitam yang baunya sangat menyengat, sepertinya cukup berbahaya bagi lingkungan, dan perlu solusi penanganan limbah ini lebih lanjut jika ingin mengembangkan ke arah industri :lieur
hem usaha yang bagus, dilanjutkan saja. cuma klo boleh beri saran.
BalasHapus1. coba plastiknya di kelompokkan berdasar jenisnya, jangan di mix dulu. tujuannya biar hasilnya/minyaknya bisa do kelompokkan juga. karena sepengetahuan saya, dari jenis2 plastik ada yang mendekati bbm(nilai number(oktana atau cetana))
2. klo bisa gas nya ditampung, lumayan bisa buat bakar reaktor lagi.
3. minyak pertama itu masih banyak mengandung rantai karbon, misal klo oktana 12 kebawah. klo hasil pirolisis pertama nilai C nya lebih banyak. bagaimana cara biar terpotong2, yaitu dengan memasukkan berulang2 hasil minyak kalian, sampai mendekati cetana atau oktana yang kalian inginkan.
4. klo dah tingkat lanjut, uji coba deh dengan motor atau mobil, bagaimana karakteristik BBM nya, bagaimana power yang dihasilkan, nilai kalornya berapa? perlu diingat juga hati2 dengan komponen mesinnya, soalnya bukan didesain untuk bahan bakar dari pirolisis.
ok itu aja masukkannya. sukses untuk kalian (kebetulan saya juga meneliti ini ;-))
:yaya: Masukannya mantep perlu dicoba nih
Hapusthanks bro sarannya :-bd
hem usaha yang bagus, dilanjutkan saja. cuma klo boleh beri saran.
BalasHapus1. coba plastiknya di kelompokkan berdasar jenisnya, jangan di mix dulu. tujuannya biar hasilnya/minyaknya bisa do kelompokkan juga. karena sepengetahuan saya, dari jenis2 plastik ada yang mendekati bbm(nilai number(oktana atau cetana))
2. klo bisa gas nya ditampung, lumayan bisa buat bakar reaktor lagi.
3. minyak pertama itu masih banyak mengandung rantai karbon, misal klo oktana 12 kebawah. klo hasil pirolisis pertama nilai C nya lebih banyak. bagaimana cara biar terpotong2, yaitu dengan memasukkan berulang2 hasil minyak kalian, sampai mendekati cetana atau oktana yang kalian inginkan.
4. klo dah tingkat lanjut, uji coba deh dengan motor atau mobil, bagaimana karakteristik BBM nya, bagaimana power yang dihasilkan, nilai kalornya berapa? perlu diingat juga hati2 dengan komponen mesinnya, soalnya bukan didesain untuk bahan bakar dari pirolisis.
ok itu aja masukkannya. sukses untuk kalian
jadi maksud anda sampahnya it klau yg plastik wrna hitam smuanya wrna hitam klau botol semuanya botol
Hapusnah....!! klau botol kan besar dan mungkin cma muat sedikit saja ap boleh di potong" mnjadi kecil trus di tutup klau udh di tutup kan di bakar bisa memakai kompor atau kayu nahhh it plastik yg di dlam kaleng ga di kasih ap-ap cuma kya gtt doang?
oh iya mas klau bisa di blsnya di sms ya mas ni no tlfon ak 08989093301
Memang sebaiknya untuk sampah yang terlalu boros memakan tempat dipotong2 ga masalah.
Hapusbagus... tempat plastiknya kecil, kira2 berapa banyak plastik yang bisa masuk...?
BalasHapusterus minyaknya di gunakan untuk apa,,,?
udah ada belum cara pengolahan minyaknya...?
sudah dijelaskan dalam artikel mbak, udah saya jawab juga di komentar, coba baca komentar di atas.
HapusUntuk cara pengolahan minyak mentahnya sepertinya sudah dijelaskan sama mas Tinton Norsujianto
yg d masukkan k kaleng cuma plastik aja atw ada zat kimia lain yg ditambahkan ga ya?
BalasHapushanya plastik, ga ada tambahan zat apapun
HapusMenurut keterangan yang aku dapatkan, minyak yang dihasilkan dengan alat sederhana ini masih termasuk minyak mentah, artinya minyak ini masih bisa diproses lebih lanjut menjadi bensin, solar, minyak tanah dan sejenisnya.. gimana cara proses selanjutnya sehingga jadi solar dan bensin??? tolong kasi tau dong
BalasHapusBagus Tingkat kan terus prestasi nya *mantap
BalasHapuskalau boleh tanya itu kaleng di bawah nya di lubangin atau tidak ?
kalau tidak, berarti itu tidak membakar plastik nya secara langsung melainkan dengan perantara kan ?
Terima Kasih :)
Bagus banget nih
BalasHapusitu tutup nya kan gak di lem.
terus tutup sama pipa nya cuma nempel.
boleh gak tengah tutup nya di bolongin se ukuran diameter pipa terus di lem ?
makasih
Bagus banget nih
BalasHapusitu kan tutup nya gak di lem.
terus tutup sama pipa nya cuma nempel.
boleh gak tengah tutup nya di bolongin se-ukuran diameter pipa terus di lem ?
makasih
keren pak idenya, boleh dijadiin referensi proposal saya ga?
BalasHapuslalu untuk perakitannya, tutup kalengnya perlu dibolongi sesuai diameter pipanya ya lalu direkatin lem?
dan pipa besinya kira2 bisa diperoleh toko bangunan gak ya dg panjang segitu? kalo iya kisarannya berapa?
makasih banyak :salaman
untuk minyak mentah yg dihasilkan termasuk minyak apa ya? apakah sejenis minyak bumi?
BalasHapuskalo iya berarti senyawa yg dikandung senyawa apa aja ya? makasih
wah.......wah...cuman minyak yg dihasilkan apakah masih imbang atau lebih untung dibanding dengan energi panas untuk memanasi plastik dimaksud. Sebab gas , minyak,kayu untuk pemanas itu juga mahal. terimakasih ...
BalasHapusDaripada nyuri minyak di pipa pertamina spt di Palembang lebih baik bikin minyak seperti ini saja...tapi perlu dipelajari dulu apa cucuk enggak dg energi yg dikeluarkan untuk memnaskan plastik jadi minyak cair.Terimakasih
BalasHapusBriliant Smart & Kreatif, terima kasih udah memberi ku ide.....?
BalasHapusizin copas juga ya, buat tugas mading sekolah nih..
BalasHapusnamaku tika..
uh mantap idenya,,,aq suka orang yg genius
BalasHapussiiippp bangett lohhh....
BalasHapuskalo aku coba ama sempurnain lagi boleh gak....
misal aja kan ituu masih minyak mentah, kayakmana kalo aku ngubah jadi bensin.
please
wow sipp banget idenya. boleh ya ijin nyoba plus nyempurnain lagi. boleh ya? buat paper sekolah nih? boleh ya? hehe
BalasHapusini mau dipake sama temen aku yang namanya resty tapi, dia cuman minjem akun aku doang hehe
boleh, *mantap bagus kalo ada yang mau ngembangin
Hapuswaaah ide yang bangus nie, saya sempet setres kalo ngeliat sampah yang menumpuk.. good job.. thankshttp://str4sh-project.googlecode.com/svn/trunk/smileys/bye.gif
BalasHapusgood job.. mudah lagi untuk dicoba.
BalasHapusyou've been my inspiration
BalasHapusmakasi mas ini mungkin dapat menjadi solusi sampah di rumah saya
oh ya saya ijin copas ya
thanks ya mas buat informasinya, boleh saya coba kan?
BalasHapusterus endapan lelehan plastiknya gimana?
BalasHapussatu kaleng tanggo plastik dapat menghasilkan minyak setengah botol air mineral,pertanyaan saya "satu tabung gas elpiji 3 kg dapat membakar berapa kaleng sampah plastik.
BalasHapuscarany merubah minyak mentah mnjadi minyak tanah atau bensin gmna gan,
BalasHapusapakah minyak yg dihasilkan itu aman jika digunakan untuk kampor masak(artinya tidak ada efek samping pada masakan) terimakasih sebelumnya....
BalasHapussangat kreatif mas, bisa memaksimlkan alat yang sederhana dalam pengolahan smpah plasitik. sy tunggu kunjungannya http://www.duniatips.web.id/
BalasHapuskak, izin copy paste ya. Sumber dicantumkan kok ;)
BalasHapuskeren banget ini ide yah ,, makasih atas info dan ispirasi setelah liat blog ini .. kalau boleh tanya yang selang kepenutup kaleng itu di lem .. tapi kalau bi las bisa ngga ?..
BalasHapusgan,
BalasHapustapi untuk membuatnya diperlukan api ya, hasilnya bagaimana antara gas yang kita pakai dan hasilkan apakah masih ekonomis?????
ijin untuk sosialisasi pengolahan sampah plastik ya dalam rangka pengembangan masyarakat.
BalasHapusnama penulis dan link webiste akan dicantumkan pada artikel yang akan disebarkan saat sosialisasi. terima kasih :)
Salam MAs itu kaleng tanggonya bawahnya di lubangi atau tdk?
BalasHapustrim
bagus sekali. simple namun tajam ke inti. satu yang saya pertanyakan. bagaimana dengan bau dari hasil pembakaran tersebut? bercampurkah dengan O2? berpengaruhkah untuk global warming?
BalasHapusboleh tau cara pembuatannya lebih jelas? saya butuh sekali untuk tugas akhir fisika. kalo boleh kirim ke email saya. terima kasih sebelumnya
Hapushwa,... itu pembakarannya di dalam kaleng ya?
Hapushemat bahan bakar bumi
BalasHapusberapa selisih biyaya antara biyaya bahan bakarnya dan hasil minyaknya
BalasHapusAssalamu'alaikumWrWb..mohon maaf kalau kaleng khong guannya bolong tidak ya??dibakarnya bebas berarti hanya mengumpulkan asap@ yg dialirkan ke pipa besi gitu ya??
BalasHapusnamaku nadia..
BalasHapusit's awesome..
ijin copas ya kak..
^_^
ijin copas om! sangat membantu tugsa sekolah. wkwk
BalasHapussaya udah mncoba alat ini tapi masih aja blum mnghsilkan minyak. :(
BalasHapusmhon cranya lbihn detail lg.
bau yg menyengat didpat dr sampah plstik yg dicmpur tp jika hnya menggunakan satu jenis plastik yg udah dibersihkan bau mnyengatnya sdkit brkurang.
ini akan mnjdi slah satu alterntif bahan bakar tp msih hrus ditliti lbih lnjutl lagi krna bahaya yg akan dtmbulkan.
untuk pmbakarnya bs dignti mnggunakan dedak,biar lbih murah...
nice banget gan infonya. semoga lebih bermanfaat kalo kita share di facebook atau twitter. izin sedot yah
BalasHapusantara bahan bakar yang di gunakan dengan hasil yang di dapat seimbang ga boss
BalasHapusgood bos
BalasHapusmaaf, saya mau tanya, apakah kondensornya hanya berupa pipa besi ataukah ada yang lain? terimakasih sebelumnya?
BalasHapusKalau tujuannya untuk kondensasi, mengapa pipa besi itu tidak didinginkan dengan air, misalnya menggunakan kain basah, atau dibasah-basahi menyelimuti pipa tsb. Lebih teknis lagi apabila menggunakan pipa tembaga direndam air. Atau, sesudah pipa besi 20-30 cm, disambungkan slang plastik dilingkari direndam air. Mungkin terasa jadi rumit, tapi untuk mencapai hasil optimal 'kan gak apa-apa. Detail teknis diserasikan dalam pengerjaan, supaya tulisan ini tidak menjadi panjang. Berapa kira-kira suhu gas yang keluar dari kaleng? Melelehkan slang plastik? Selamat berkreasi, dari bangkawisatanet.blogspot.com
BalasHapusbagus sekali . patut dicoba nih dirumah . kan lumayan kalau mau bakar bakar gausah beli minyak :D
BalasHapusini keluar minyak kok gak bisa dibakar minyaknya??
BalasHapusgimana solusinya
mohon izin untuk kopas dan mencoba menggunakannya... nama saya A Rahim Palembang
BalasHapussetau saya, biji plastik itu dihasilkan dari sampah pembakaran minyak bumi yang kemudian disetrum dengan listrik tegangan tinggi...ntah benar atau tidak, cuma waktu smp klo gak salah dapet info begitu..
BalasHapusItu plastiknya ditaruh mana ya gan. Trus klo pake pipa plastik bisa kagak?
BalasHapusIzin copas yah buat bahan makalah, artikelnya sungguh bermanfaat
BalasHapusTrims
Sangat Masuk Akal & Kreatif :D
BalasHapusGan, Ijin Copas buat bikin makalah...
BalasHapusTrims banyak.... :-)