-->

K.E ^_~ Yang lagi galau ini penawarnya link

Menikmati vs merasakan

Menurut KBBI menikmati dan merasakan hampir sama, namun saya justru beranggapan lain. Bahwa menikmati lebih dalam artinya dibanding merasakan. Merasakan hanya sebatas rasa yang dialami pancaindera, namun menikmati adalah rasa yang telah merasuk ke dalam sukma.

Bertolak dari itu menjadi jelas kiranya jika menikmati berarti lebih mendalam dibanding sekedar merasakan. Ajaibnya arti menikmati benar-benar terasa lebih lezat saat penderitaan menerpa. Sebaliknya akan terasa sama jika menikmati dalam konteks kebahagiaan. “Pengantin baru merasakan/menikmati kebahagiaan”.

Merasakan akan lebih bernyawa jika diterapkan pada saat duka, contoh:
“aku merasakan sakit di kepala saat kau hantam dengan kepalanmu”
“aku menikmati sakit di kepala ini”
Beda!

Begitulah secuil kunci yang mungkin berguna saat menghadapi kesempitan, kesulitan. Dengan menikmati kesempitan, sakit yang kita derita akan lebih nikmat, lebih bernyawa dan akhirnya melahirkan kepasrahan pada sang pemberi sakit. Jika hanya merasakan kesempitan, maka himpitannya akan semakin sesak dalam setiap waktu yang berjalan. Menikmati memang tidak menghilangkan sakit dari sebuah kesempitan, namun setidaknya kita menikmati sensasi dari sempit yang mungkin hanya datang beberapa kali dalam usia kita.

comment 0 komentar:

Posting Komentar

Catatan:
Seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Komentar yang berbau spam, kasar, menghina, seluruhnya yang bersifat menghancurkan bukan membangun tidak akan ditampilkan. Silahkan bertanya dan memberi pendapat dengan sopan dan sesuai aturan.

Anda diperbolehkan mempublikasikan ulang artikel ini, dengan syarat:
1. Mintalah izin dengan cara berkomentar di bawah artikel ini
2. Wajib menyertakan link ke artikel ini dan menyertakan nama penulis

 
© Klikedukasi 2008 - 2013 | Design by Panembahan Satyapradana | 170p3x