-->

K.E ^_~ Yang lagi galau ini penawarnya link

Video: Sekolah bukan untuk belajar



Kalau tujuan kamu sekolah untuk belajar, maka bersiaplah untuk stress tiap saat masuk kelas. Itu inti dari yang dibahas dalam video pendek berdurasi 6 menit lebih ini. Trus gimana nih biar gak stress?

Penulis sempat menanyai beberapa anak usia sekolah, sekitar usia SMP. Mereka terdiri dari berbagai anak dengan sifat berbeda, dari mulai yang rajin, bandel, bolosan, sampai yang biasa-biasa saja.

Sebelum memberikan pertanyaan, penulis menekankan untuk menjawab pertanyaan ini dari hati, jujur, tidak dibuat-buat. Meskipun demikian jawaban kebanyakan dari mereka bersifat retoris, kurang lebih selevel dengan jawaban pertanyaan "cita-cita kamu apa?", pasti jawabannya "pengen jadi dokter, arsitek, presiden" hehehe.

Ya, mereka menjawab tujuan sekolah itu yaa untuk belajar, untuk mencari ilmu. Hmmmm Memang tujuan yang sangat mulia, dan secara sadar atau tidak sadar tujuan ini telah ditanamkan oleh orang tuanya semenjak mereka masih di dalam kandungan (dikit lebay :p ). Karena seperti itulah kenyataannya dari dulu mereka dijejali dengan kata "belajar" maka ketika ditanya dengan pertanyaan bernada "nyrempet" ke hal-hal tersebut, mereka akan serentak menjawab "sekolah untuk belajar!".

Nah pas ditanya belajar itu yang kayak apa? mereka bingung, jawabannya juga ngambang. Dan akhirnya jawabannya "belajar itu yaaa menulis, membaca, menghitung"..waw hebaaaaaaat bener.

Pantas saja kebanyakan siswa tidak terlalu menikmati proses formal yang ada pada sekolah. Dan yang terjadi hanya kepura-puraan belaka. Ada yang cuma pura-pura baca tapi pikirannya entah kemana, ada yang cuma pura-pura mendengarkan saat guru tukang ceramah sedang mendendangkan ceramahnya padahal pandangannya tembuss ke alam antah berantah. Bahkan jawaban atas pertanyaan yang penulis ajukan pun bernada pura-pura (meskipun mereka tidak menyadarinya).

Loh iya ternyata kata "belajar" sudah mengalami pembiasan makna dalam pikiran kita, atau mungkin maknanya tetap tapi kata "belajar" hanya dijadikan tameng untuk sekedar mendapatkan jawaban yang pura-pura "benar".

Emang ada yang salah dengan tujuan "belajar" ?

Gak ada yang salah sih sebenarnya, cuma kata "belajar" sudah terlanjur menjadi doktrin tak tertulis semenjak kita kecil dari orang tua kita.

"Nak, ayoo belajar dulu, PR matematikanya dikerjakan".
"Nak, kok gak belajar....ayoo simpan dulu mainannya, buku IPA-nya dibaca dulu..."
"Itu TV dimatiin dulu, belajar dulu sana !"
"Belajar, belajar, belajar......ayoo kejar cita-citamu dengan belajar"

Begitu banyak penggunaan kata belajar pada situasi yang sangat formal dan enggak menyenangkan sama sekali. Jadi mau gak mau saat mendengar kata "belajar" maka langsung terbayang dipikiran kita bahwa belajar itu yaaa yang membosankan ituuu. Tadinya lagi asyik main, lagi asyik nonton tv, eeeeh malah disuruh belajar.

Nah kebayang kan kalau kata "belajar" dijadikan sebagai tujuan sekolah? Hmmmmm alangkah membosankannya sekolah itu!!.

Jadi menurut penulis, tujuan kamu sekolah perlu direvisi. Yang tadinya "sekolah untuk belajar" menjadi "sekolah untuk bermain". Alangkah menyenangkannya sekolah kalau tujuannya untuk bermain. Siapa sih orangnya yang gak suka bermain?. Alangkah bergembiranya juga guru yang melihat anak didiknya selalu ceria saat si guru masuk kelas. ya kan?

Lebih jelasnya coba tonton video ini

comment 1 komentar

Catatan:
Seluruh komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu. Komentar yang berbau spam, kasar, menghina, seluruhnya yang bersifat menghancurkan bukan membangun tidak akan ditampilkan. Silahkan bertanya dan memberi pendapat dengan sopan dan sesuai aturan.

Anda diperbolehkan mempublikasikan ulang artikel ini, dengan syarat:
1. Mintalah izin dengan cara berkomentar di bawah artikel ini
2. Wajib menyertakan link ke artikel ini dan menyertakan nama penulis

 
© Klikedukasi 2008 - 2013 | Design by Panembahan Satyapradana | 170p3x